Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tator Tolak Konversi Bank Sulselbar Jadi Bank Syariah

Terkini.id, Tana Toraja – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja menggelar rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terkait Nota Keuangan dan Ranperda APBD Tator Tahun Anggaran 2022 di Gedung DPRD Tator, Sabtu 27 November 2021.

Dalam kesempatan itu, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyinggung dan menentang soal wacana konversi Bank Sulselbar menjadi Bank Syariah.

Wakil Ketua DPRD Tator, Yohanis Lintin Paembongan dengan tegas menolak jika Bank Sulselbar menjadi Bank Syairah, bahkan Yohanis mengancam akan meminta Pemkab Tator melakukan penarikan saham.

Baca Juga: PDI Perjuangan Tana Toraja Peduli Vaksin, 3000 Vial Vaksin Untuk...

“Kalau tetap dipaksakan, Fraksi PDIP merekomendasikan kepada Bupati Tana Toraja untuk menarik saham Pemda Tana Toraja dari Bank Sulselbar,” kata Yohanis yang juga Ketua PDIP Tator tersebut.

Yohanis menambahkan, Bank Sulselbar milik Pemerintah Daerah (Pemda). Pemda adalah representasi rakyat, sehingga Bank Sulselbar sebenarnya adalah milik rakyat.

Baca Juga: Rakercab PDI Perjuangan Tator, Bupati Theofilus Allorerung Hadir Gunakan Busana...

Oleh karena itu, kata Yohanis pengelolaan Bank Sulselbar wajib mencerminkan statusnya sebagai milik seluruh elemen bangsa.

“Selama ini Bank Sulselbar sebagai bank konvensional sudah baik, kenapa harus dikonversi ke Bank Syariah? Jangan sampai Bank Sulselbar melukai perasaan rakyat sebagai pemilik khususnya di Tana Toraja,” tuturnya.

Semua Fraksi (6 fraksi) di DPRD Tana Toraja setuju untuk dilakukan evaluasi di kantor Gubernur sebelum ditetapkan sebagai Perda.

Baca Juga: Terima Vaksin Covid-19, Yohanis Lintin Paembongan Ajak Masyarakat Ikut Vaksin

Pendapat Fraksi PDI Perjuangan tersebut mendapat apresiasi khusus dari peserta karena satu-satunya fraksi yg secara tegas menyatakan pendapat menolak konversi Bank Sulselbar menjadi Bank Syariah. 

Bagikan