Andi Ina Akan Hadiri TKK Karang Taruna Toraja Utara Versi YRK

Terkini.id, Toraja Utara – Pengurus Karang Taruna Kabupaten Toraja Utara dibawah Ketua Yosia Rinto Kasang menyatakan kesiapannya melaksanakan Temu Karya Kabupaten (TKK) yang akan dihadiri langsung ketua Karang Taruna Propinsi Sulawesi Selatan  yang juga Ketua DPRD SulSel Andi Ina Kartika Sari.

TKK ini sendiri direncanakan akan dilaksanakan pada pekan kedua bulan November 2021 ini.

“Ibu Ketua Ani akan membuka langsung kegiatan TKK Karang Taruna Toraja Utara,” kata Wakil Ketua Karang Taruna Toraja Utara Belo Tarran, Rabu 3 November 2021.

Baca Juga: Gusti Palumpun Sayangkan Sikap YRK Bersekutu dengan Karang Taruna Abal-abal

Salah satu agenda TKK tahun 2021 ini Untuk menjadi ketua KT, fimana diatur di dalam AD/ART KT, ART BAB IV Pasal 24 Tentang Kriteria  Ketua/Ketua Umum Poin 1.m yakni Pernah dan Aktif menjadi pengurus pada kepengurusan Karang Taruna  ditingkatannya selama 1(satu) Periode atau Ketua Pengurus Karang Taruna di tingkat bawanya.

Sementara Zainal Arifin Sekretaris KT Sulsel periode sebelumnya (2015-2020) dan juga sebagai Koord. Strering Committe TKKT,  memyatakan sesuai ART KT tentang pembentukan kepengurusan ditingkat kecamatan sampai dengan nasional juga dilakukan dalam forum pengambilan keputusan tertinggi masing-masing yang disebut Temu Karya Karang Taruna (TKKT) atau Temu Karya Nasional Karang Taruna (TKNKT) untuk tingkat nasional.

Baca Juga: Karang Taruna Toraja Utara Terima Bantuan 1.270 Paket Dari Kemensos...

“Dengan dasar inilah maka dilaksanakan Temu Karya Karang Taruna sulsel yang dihadiri oleh 24 pengurus Karang Taruna ( KT) Kab/Kota. Hanya saja Pengurus Nasional tidak dapat hadir dalam pelaksanaan TKKT Sulsel, padahal penyampaian pelaksanaan Temu Karya ini sejak 31 Maret 2021 dan dilanjutkan komunikasi secara intens dengan Deden (Sekjend PNKT), ketidakhadiran PNKT tanpa alasan yang jelas disampaikan kepada Pengurus KT Sulsel dan OC TKKT. Oleh karena itu Pelaksanaan Temu karya KT sulsel ini sah dan diterima semua hasilnya oleh 24 Kabupaten/Kota,” ucap Zainal, Rabu 3 November 2021.

Dan sebelum pembukaan Temu Karya KT Sulsel 24 Kabupaten/Kota telah menandatangani pernyataan penolakan Caretaker Ketua KT di Sulsel. Seharusnya Budi dan Deden ini semakin gencar untuk melakukan penataan kelembagaan di PNKT serta mensinkronkan program PNKT dengan Kemensos, jika itu dilakukan jauh lebih bermanfat, bukan lagi turun memecah belah KT Provinsi Sulsel.

“Ingatlah bung bahwa KT ini organisasi sosial bukan untuk diobok-obok seperti partai politik,” cetus Zainal.

Baca Juga: Gusti Palumpun Siap Benahi Karang Taruna Toraja Utara

Zainal juga mengatakan, bahwa sesuai Permensos 25 Tahun 2019 tentang Keanggotaan Dan Kepengurusan Pasal 19 (2) hubungan tata kerja internal Karang Taruna antara pengurus tingkat Desa atau Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional bersifat koordinatif, konsultatif, konsolidatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Dengan dasar ini, maka Karang Taruna secara berjenjang hanya jalur koordinatif. 

Hal ini sangat sesuai Anggaran Dasar KT Pasal 15 tentang Masa Bakti, Pengukuhan dan Pelantikan ayat (2), pengukuhan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan dan Pengurus Karang Taruna Kecamatan sampai dengan nasional dilakukan dengan Keputusan Pejabat yang berwenang sesuai dengan lingkup kewenangannya, yakni: Huruf (D) Keputusan Gubernur untuk Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Provinsi.

“Kalaupun ada pasal sebelumnya yang menyatakan bahwa Pengurus Karang Taruna Provinsi adalah pelaksana organisasi dalam lingkup wilayah provinsi yang selanjutnya disebut PKTP, yang diangkat dan ditetapkan dalam TKKT Provinsi, disahkan oleh Pengurus Nasional Karang Taruna serta dikukuhkan oleh Gubernur; kata disahkan dimaksudkan dalam pasal ini adalah dilaksanakan pada forum TKKT, sebagaimana PNKT telah lakukan saat Temu Karya KT Banten sebelum PNKT dilantik oleh Mensos pada Bulan Maret 2021,” terang Zainal.

“Oleh karena itulah saudara Budi dan Deden kuburlah dendam itu dan sebaiknya memberikan pencerahan dan lebih intens mensosialisasikan AD / ART KT secara menyeluruh bukan menggiring organisasi untuk menjadi tidak solid. Tanamkanlah jiwa Kesetiakawanan sosial itu kepada seluruh Warga Karang Taruna. Saudara berdua adalah pilihan maka jagalah Marwah Karang Taruna dengan baik pula,” pungkasnya.

Selain itu, Zainal mengatakan tidak ada lagi alasan untuk melaksanakan kembali TKKT Sulsel, karena 24 Kabupaten/Kota tetap solid menerima semua hasil TKKT Aryaduta Makassar, kemudian Pembina Umum dan Pembina Fungsional sangat menyambut baik Ketua Terpilih A. Ina Kartika Sari.

“Mari kita tetap jaga Marwah Karang Taruna sebagai organisasi sosial, karena kesetiakawanan adalah wujud soliditas Karang Taruna di Sulsel. Buat mereka yang mau berpolitik sebaiknya di Partai Politik maki dan bukan di KT tempatnya,” tutup Zainal.(*)

Bagikan