Distribusi Tuak Asal Bonggakaradeng dan Rano Dilarang Operasi: Pa’rutang Protes

Camat, Kapolsek, Anggota DPRD Bersama Pedagang Ballo' (Sumber: Maksi Balalembang)

Terkini.id, Bonggakaradeng- Tuak merupakan minuman khas masyarakat Toraja yang sangat digemari hampir di semua kalangan. Mulai dari muda-mudi, dewasa, bahkan lansia. Bonggakaradeng-Rano merupakan salah satu daerah penghasil Tuak terbesar di Tana Toraja.

Pemerintah kecamatan Bonggakaradeng dalam hal ini melarang distribusi tuak atau ballo yang berasal dari Bonggakaradeng dan rano ke wilayah kota Makale dan sekitarnya.

Hal ini dibenarkan Sekcam Bonggakaradeng Rati Gena Paembonan. Menurutnya hal ini dilakukan pemerintah merujuk pada surat edaran Bupati Tana Toraja dengan nomor surat 443-1-0329-III/Setda yang berisi larangan pembukaan tempat hiburan dan melarang pedagang keluar masuk kampung.

(Foto: Rati Gena Paembonan)

Namun hal ini disayangkan Forum Komunitas Penjual Ballo Bonggakaradeng-Rano menurutnya hal ini sangat merugikan para pedagang ballo’. mereka harus kehilangan langganan penada ballo yang sudah bertahun-tahun mereka bina.

Menurut Ketua Forum Pa’Rutang (Komunitas Penjual Ballo Bonggakaradeng Rano) Maksi Balalembang saat dikonfirmasi,

Baca juga:

“Kalau memang peraturan ballo di stopkan seharusnya semua wilayah Toraja semua aktivitas pedagang ballo di stopkan, karena sangat tidak adil kalau hanya ballo Bonggakaradeng Rano yang di stopkan, sedangkan ratusan masyarakat Bonggakaradeng dan Rano menggantungkan hidupnya pada penjualan ballo’ ”.

Ia juga menambahkan kalau tidak semua pedagang ballo di-stopkan maka otomatis langganan kami akan direbut pedagang dari daerah lain.

“Kalau kebijakan untuk pelarangan penjualan ballo tidak diberlakukan di seluruh Kabupaten Tana Toraja, kami akan menyampaikan aspirasi kami ke DPRD dan Bupati Tana Toraja, ratusan Masyarakat Bonggakaradeng-Rano yg menggantungkan hidupnya dari hasil penjualan ballo”. Kami siap membantu pemerintah untuk bersama memerangi Covid-19 agar tidak menyebar di Tana Toraja, terlebih khusus di Kecamatan Bonggakaradeng Rano, sementara angkutan umum masih diperbolehkan keluar masuk kampung bawa penumpang, yang justru mempunyai potensi besar menyebarkan virus, tidak adil kan?”, tutup Maksi.

Komentar

Direkomendasikan

Berita Lainnya

Transparan dan Merata Lembang Batualu Selatan Salurkan BLT Dana Desa

Warga Lembang Belau Utara diresahkan Ternak Kerbau yang di Lepas Liar, Tokoh Pemuda Geram

Glenn ke Konseptor TIF: Tenang Aja Bung, Aku Pasti Datang ke Toraja

BREAKING NEWS: Longsor di Palesan dan Salubarana’ Kembali Tutup Akses Poros Makale – Buakayu

Larangan Distribusi Ballo’ di Revisi Pemerintah Bonggakaradeng, Pa’rutang: Terima Kasih

Kabar Gembira, 1 Pasien Positif Covid-19 di RSUP Wahidin Sembuh dan Boleh Pulang

BREAKING NEWS: Longsor di Jalan Poros Makale-Bittuang Lumpuhkan Akses Jalan

Buttu To’Wai Wisata Eksotis Toraja yang Jarang Terekspos Media

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar